Apa itu Teori Efektivitas Iklan? Pahami Penjelasan Berikut ini!

Apa itu Teori Efektivitas Iklan? Salah satu bentuk cara untuk memasarkan dan mempromosikan suatu produk atau cara untuk mengajak seseorang untuk melakukan sesuatu yaitu dengan cara mengiklankannya.

Iklan merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang banyak dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan produk atau layanan jasa yang dimiliki oleh sebuah perusahaan atau pelaku usaha.

Selain itu iklan juga berfungsi untuk mepromosikan si pelaku usaha itu sendiri untuk menampilkan citra positif pelaku usaha di mata konsumen untuk memasuki pasar baru serta menarik minat kelompok konsumen baru.

Untuk mengukur perencanaan iklan yang baik dan matang perlu melakukan riset dan penelitian terhadap kondisi pasar dan masyarakat yang akan menerima pesan yang disampaikan melalui iklan yang dibuat. Efektivitas iklan penting untuk menganalisis sejauh mana sebuah iklan mencapai tujuan yang ditetapkan.

Apa itu Teori Efektivitas Iklan?

Beberapa ahli berpendapat mengenai penegrtian efektivitas iklan dalam kehidupan yaitu:

  1. Cannon mengatakan bahwa efektivitas bergantung pada sebaik apa medium tersebut sesuai dengan sebuah strategi pemasaran yaitu pada tujuan promosi, pasar target yang ingin dijangkau, dana yang tersedia untuk pengiklanan, serta sifat dari media termasuk didalamnya siapa yang akan dijangkau dan dengan frekuensi seberapa sering serta memperhatikan dampak yang akan terjadi dan biaya yang akan dikenakan.
  2. Durianto memberikan 3 kriteria yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas perklanan yaitu dengan penjualan, pengingatan dan persuasi. Efektivitas iklan yang berkaitan dengan pengingatan dan persuasi dapat diketahui melalui riset tentang dampak komunikasi.
  3. Effendy mengatakan bahwa efektivitas iklan adalah kondisi sejauh mana efek pesan iklan yang disampaikan itu dapat menarik perhatian, dimengerti, dipahami serta dapat membangkitkan emosi dan menggerakkan sasarannya untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.
  4. Laskey berpenda[at bahwa keevektifan suatu iklan bergantung pada apakah konsumen mengingat pesan yang disampaikan, memahami pesan tersebut, terpengaruh oleh pesan yang disampaikan hingga akhirnya membeli produk yang diiklankan tersebut.

Sebuah iklan dapat dikatan efektiv apabila maskud dan tujuan serta pesan yang tergambar dari iklan tersebut dapat dicerna dan dipahami oleh masyarakat serta informasi yang diberikan benar-benar akurat.

Efektivitas iklan dapat diukur dari dampak komunikasi suatu iklan yang akan berpengaruh terhadap kesadaran, pengetahuan dan prefensi dan juga dampak terhadap penjualan yang lebih sulit karena terdapat banyak faktor seperti faktor iklan, harga, penampilan produk, kompetitor dan lainnya.

2. Metode Efektivitas Iklan

Adapun dua metode yang digunakan untuk meneliti periklanan yang dapat mengukur efektivitas iklan yaitu dengan cara pre-testing dan post-testing.

1. Pre-testing (Copy Testing)

Pre-testing atau riset pasar adalah yang digunakan sebagai penelitian pemasaran yang digunakan sebelum kampanye iklan berakhir yang memiliki tujuan untuk menentukan efektivitas iklan berdasarkan tanggapan konsumen, umpan balik konsumen dan perilaku konsumen.

Tujuan dilakukannya metode ini adalah untuk memeriksa berbagai kesalahan yang akan terjadi sehingga komunikasi terjalan efektif dan dapat meminimalisir iklan yang tidak berguna.

2. Post-testing

Post-testing adalah metode yang ditujukan untuk memonitor penampilan sebuah produk. Metode ini digunakan setelah kampanye iklan berakhir. Metode ini untuk mempelajari dampak terhadap promosi penjualan yang efektif.

Metode ini dapat memperbaiki usaha kegiatab periklanan di masa mendatang dengan mengevaluasi secara komparitif efektivits berbagai iklan dalam mencapai tujuannya.

Efektivitas iklan juga diukur melalui metode EPIC Model. E artinya empati, P artinya Persuasi, I artinya Impact atau Dampak dan C artinya Communication atau Komunikasi yang mana pengertiannya akan djelaskan berikut ini:

3. Empati

Dimensi empati memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu produk. Empati merupakan keadaan seseorang mengidentifikasikan dirinya atau merasa dirinya pada keadaan perasaan atau fikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.

4. Persuasi

Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk meningkatkan atau menguatkan suatu produk yang diiklankannya sehingga pemasang iklan mengerti dampak yang akan timbul kepada konsumen sehingga komsumen merasa tertarik dan ingin mengingkan produk yang diiklankan tersebut.

5. Impact

Dimensi impact menunjukan suatu produk dapat terlihat menonjol dibandingkan produk lainnya pada kategori yang sama dan juga apakah iklan tersebut dapat memebrikan pengaruh kepada konsumen melalui pesan yang diberikan dalam iklan tersebut.

Dampak yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk yang dicapai konsumen malalui tingkat keterlibatan konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan.

6. Communication

Dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan dari pesan tersebut.

Dengan komunikasi yang baik dan benar, konsumen akan paham maskud dari suatu iklan tersebut.

Iklan yang efektif harus dibuat dengan kreatif. Dengan kekreatifan tersebut akan menghasilkan sebuah iklan yang berbeda dari yang lain sehingga  mudah dihafal oleh konsumen.

Iklan yang sama dengan iklan lainnya akan sulit menerobos tingginya persaingan yang terjadi di dunia periklanan sehingga minat konsumen terhadap produk atau layanan yang di iklankan menurun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *